Langsung ke konten utama

Meriahnya Ramadhan, Ini Dia Rekomendasi Tempat Berburu Takjil di Jogja!

 



Saat bulan Ramadan tiba, setiap sudut Jogja turut menjadi saksi betapa semaraknya aktivitas berburu takjil. Berbagai varian makanan ringan dan minuman segar tersedia di pinggir jalan dengan harga yang sangat terjangkau. Namun, di antara banyaknya pilihan tersebut, ada beberapa tempat yang terkenal dengan suasananya yang meriah dan variasi takjilnya yang berwarna. Berikut beberapa rekomendasi tempat untuk kamu yang ingin merasakan meriahnya suasana berburu takjil di Jogja.

1. Kampung Ramadhan Jogokariyan

Kampung Ramadhan Jogokariyan didirikan oleh para penduduk yang sangat aktif dalam berbagai kegiatan agama. Setiap tahunnya, pasar kaget yang diberi nama Kampung Ramadhan Jogokariyan ini dihadiri oleh banyak pedagang dan pengunjung yang terus meningkat. Kabarnya terakhir, ada sekitar 300 pedagang yang turut meramaikan pasar Ramadhan ini lho! Tak heran, kalau masuk sini bisa sampai bingung mau beli yang mana. Selain pasar, di Kampung Ramadhan Jogokariyan juga disediakan ribuan takjil gratis selama bulan Ramadhan, yang semuanya diurus oleh takmir Masjid Jogokariyan.

2. Pasar Ramadhan Lembah UGM

Pada tahun 2023 ini, Pasar Ramadhan Lembah UGM akhirnya diadakan kembali setelah sebelumnya terhenti akibat pandemi Covid-19. Bagi yang pernah mengenyam pendidikan di Jogja pastinya sudah tak asing dengan keberadaan Pasar ngabuburit Lembah UGM yang menjadi tempat ramai dengan penjual takjil saat bulan Ramadhan tiba. Momentum ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa karena tidak hanya memudahkan mereka yang ingin membeli takjil, tapi juga ada yang berkesempatan turun langsung menjadi pedagang kuliner di Pasar ngabuburit Lembah UGM.

3. Kuliner GOR Klebengan

Rekomendasi selanjutnya adalah tempat kuliner yang terletak di sekitar GOR Klebengan, Sleman. Tempat ini menawarkan berbagai macam makanan dan minuman yang tak kalah menariknya, dari hidangan khas daerah seperti mendoan, batagor, cilor, hingga pisang goreng, hingga hidangan khas dari negara lain seperti dimsum dan takoyaki yang tersedia di sini. Harga yang ditawarkan juga sangat variatif namun tetap terjangkau, sehingga pengunjung dapat dengan mudah menikmati hidangan yang mereka inginkan hanya dengan biaya sekitar 5-20 ribu rupiah. Daerah ini menjadi pilihan tepat bagi para anak muda yang ingin ngabuburit atau menunggu waktu berbuka puasa, sehingga tidak heran jika tempat ini selalu ramai dikunjungi oleh para pelanggan setiap harinya. Bagaimana, apakah Anda tertarik untuk mencoba dan menikmati takjil yang lezat di sini?

4. Pasar Sore Kauman

Tiap tahun selama bulan puasa, Pasar Sore Ramadhan Kauman menjadi pusat bazar makanan yang rutin diadakan. Terletak di dalam Gang Pasar Tiban, Ngupasan, Gondomanan, Yogyakarta, bazar ini menjual beragam takjil yang bisa dicicipi. Stand-stand di bazar ini juga dinomori untuk memudahkan pengunjung. Pasar Sore Ramadhan Kauman membuka mulai pukul 16.00 WIB, dan menyajikan berbagai macam takjil seperti nasi briyani, otak-otak, kue pukis, terang bulan, es buah, rujak cingur, es lumut, dan salad buah.

5. Pasar Ramadhan Pakualaman

Pasar Ramadhan Pakualaman sudah ada sejak tahun 2015 atas kerjasama warga Kelurahan Purwokinanti dan salah satu hotel yang berlokasi di Jalan Gajah Mada. Oleh sebab itu, pasar kaget ini diberi nama Gajah Mada Ramadhan Festival. Akan tetapi karena lokasi pasar ada di sekitar daerah Pakualaman, masyarakat banyak yang menyebut pasar kaget ini dengan Pasar Ramadhan Pakualaman. Selain aneka macam takjil, kamu juga bisa menemukan pedagang yang menjual produk lain seperti batu akik dan pakaian. Hal yang menarik dari Pasar Ramadhan Pakualaman adalah dekorasi berupa payung-payung yang mempercantik lokasi ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Masangin, Mitos Si Beringin Kembar Alun-Alun Kidul Yogyakarta

  Mitos dan cerita rakyat sering kali menjadi daya tarik tersendiri dalam budaya suatu daerah. Di tengah modernisasi yang terjadi di Kota Yogyakarta, masih ada mitos-mitos yang tetap dipercaya oleh masyarakat. Salah satu mitos yang menarik perhatian para wisatawan adalah mitos Masangin, si beringin kembar di Alun-alun Kidul Yogyakarta.  Alun-alun Kidul terletak tidak jauh dari Keraton Yogyakarta dan seringkali menjadi tempat yang ramai dikunjungi oleh wisatawan dan penduduk lokal. Banyak orang duduk berkelompok di alun-alun ini sambil menikmati makanan dan ngobrol bersama teman dan keluarga.  Di tengah-tengah alun-alun ini terdapat dua pohon beringin yang tumbuh berdampingan, yang mana berkaitan dengan mitos Masangin.  Konon, siapa pun yang berhasil melewati lorong di antara dua pohon beringin ini dengan mata tertutup, maka akan memiliki keinginannya terkabul.  Meskipun terdengar mudah, tidak semua orang berhasil melakukannya. Banyak yang gagal dan beberapa oran...

5 Rekomendasi Makan Siang di Sekitar UNY, Jangan Lupa Mampir!

  Siang-siang di Jogja laper tapi bingung mau makan apa? Yuk sini mampir ke area UNY buat cobain 5 rekomendasi makan siang harga kantong mahasiswa tapi rasanya juara! 1. Ayam Geprek dan Susu (PREKSU) Ayam geprek dan susu (PREKSU) Jogja adalah sebuah makanan populer di daerah Yogyakarta yang terdiri dari ayam geprek yang dicampur dengan berbagai bumbu dan saus pedas, disajikan dengan nasi dan tambahan sayuran seperti timun dan kubis. Selain itu, menu ini juga dilengkapi dengan susu segar untuk memberikan senyuman dan kenyamanan setelah makan makanan pedas. PREKSU Jogja menjadi populer karena kelezatan dan keunikan rasanya yang cocok untuk orang yang suka makan makanan pedas. 2. Penyetan Bu Wid Salah satu pilihan utama mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dalam mencari makanan lezat adalah Penyetan Bu Wid, yang berlokasi di seberang Fakultas Ekonomi UNY. Sambal penyet khas dan tambahan kremes menjadi ciri khas dari ayam yang renyah ini dan disukai oleh banyak mahasiswa. Harg...

Fenomena Klitih Yang Merajalela Di Jogja

Istilah Klitih yang kini merujuk pada kejahatan jalanan tidak muncul begitu saja. Istilah ini awalnya memiliki arti positif dalam bahasa Jawa, yaitu jalan-jalan di waktu luang mencari udara segar di luar rumah. Namun, istilah Klitih berubah maknanya dan mengarah pada kejahatan jalanan yang menyerang orang secara tiba-tiba. Istilah ini mulai muncul di kalangan pelajar pada tahun sekitar 2008 atau 2009, yang kemudian menjadi populer pada tahun 2016. Awalnya, Klitih merupakan perilaku kenakalan remaja dan permusuhan antarkelompok. Namun seiring berjalannya waktu, fenomena Klitih mengalami pergeseran. Saat ini, kejahatan jalanan Klitih tidak hanya menyerang kelompok tertentu, tetapi juga menargetkan masyarakat umum secara acak.  Orang-orang di Yogyakarta mengidentifikasi pelaku yang bersepeda motor, bersenjata, dan melakukan kekerasan terhadap orang di jalan sebagai klitih. Setiap tahun, banyak orang menjadi korban kejahatan jalanan ini.  Anak muda yang melakukan aksi Klitih umumn...