Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Muna Makan Makan

Lupis Mbah Satinem, Kelezatan Legendaris Di Sudut Kota Jogja

Salah satu kuliner legendaris yang tidak boleh dilewatkan saat mengunjungi Yogyakarta adalah Lupis Mbah Satinem. Lupis merupakan makanan tradisional khas Jawa yang terbuat dari ketan yang dikukus dan disajikan dengan gula merah dan kelapa parut. Lupis dengan siraman gula aren buatan Mbah Satinem memang sudah menjadi legenda. Nenek berusia lanjut ini telah menjalani usaha kuliner ini sejak tahun 1963. Lupis lezat hasil karya Mbah Satinem dibuat menggunakan resep turun temurun dari ibunya. Pada awalnya, Mbah Satinem menjajakan lupis dengan cara berkeliling pasar dan menggendong dagangannya. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk menetap di sudut kota pelajar ini. Cita rasa lupis Mbah Satinem tidak pernah berubah. Mbah Satinem membuat jajanan pasar secara tradisional dengan memasak semua bahan menggunakan kompor kayu. Tidak ada bahan pengawet makanan yang digunakan dalam proses pembuatan lupis ini. Semua bahan dan prosesnya dijaga dengan cermat untuk menjaga kelezatan rasa setiap lupis yang ...

Bakpia Pathok, Oleh-Oleh Jogja Yang Tak Boleh Terlewat Untuk Dibeli

Bakpia Pathok adalah salah satu makanan yang berasal dari kota Yogyakarta, Indonesia. Terbuat dari adonan tepung yang lembut dan berisi berbagai isian manis, Bakpia Pathok Jogja menjadi camilan yang populer di kalangan wisatawan maupun penduduk setempat.  Sejarah Bakpia Pathok Jogja berawal pada tahun 1948, ketika seorang pedagang makanan bernama Tjoa Tjiem An atau lebih dikenal dengan sebutan Oey Bak Tia memulai usahanya di sebuah kawasan di Yogyakarta. Bakpia yang dihasilkan oleh Oey Bak Tia memiliki ciri khas yang berbeda dengan jenis bakpia lainnya. Ukurannya lebih kecil, isiannya lebih banyak, dan rasanya lebih lezat.  Nama "Pathok" sendiri merujuk pada nama tempat di mana Bakpia ini pertama kali diproduksi. Terletak di Jalan Pathok Wetan, tempat ini menjadi pusat produksi Bakpia Pathok yang kemudian menyebar ke berbagai daerah di Yogyakarta. Sejak saat itu, Bakpia Pathok Jogja menjadi semakin dikenal dan menjadi camilan khas yang sangat populer. Bakpia Pathok Jogja memi...

Wajib Coba! Sate Klathak Kuliner Khas Yogyakarta

  Indonesia memiliki beragam kuliner khas yang terkenal di seluruh dunia. Salah satunya adalah Sate Klathak, sebuah hidangan lezat yang berasal dari Yogyakarta.  Sate Klathak adalah hidangan sate yang menggunakan daging kambing sebagai bahan utamanya. Kata "klathak" sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti "kejutan" atau "terkejut." Nama tersebut merujuk pada cara penyajian Sate Klathak yang berbeda dari sate pada umumnya. Sate Klathak disajikan dengan cara ditaburi dengan bumbu khusus dan ditambahkan potongan tulang kambing yang masih melekat dagingnya. Potongan tulang ini menjadi kejutan yang membuat hidangan ini semakin istimewa. Sejarah Sate Klathak dapat ditelusuri ke masa lalu. Hidangan ini pertama kali diperkenalkan oleh Mbah Marto, seorang pedagang sate yang berbasis di Bantul, Yogyakarta pada tahun 1970-an. Beliau menggunakan bumbu khusus yang dipercaya memberikan cita rasa yang istimewa pada sate kambingnya. Dalam perkembangannya, Sate Klath...

Wajib Coba! Tempo Gelato, Kuliner Hits Jogja

  Jogja terkenal sebagai surganya wisata kuliner. Ada banyak makanan khas Jogja yang selalu menjadi buruan para pelancong, seperti gudeg dan bakpia. Di samping itu, Jogja juga tak kalah dalam menyediakan kuliner-kuliner hits yang disukai oleh terutama anak-anak muda. Salah satunya adalah Tempo Gelato, sebuah kedai es krim ala Italia yang hanya bisa kamu temui di Yogyakarta. Awal pendirian kedai gelato ini dimulai pada tahun 2015 ketika seorang warga negara Prancis, Pascal Briere, dan seorang Indonesia, Ema Susmiyarti, yang terinspirasi setelah melihat kesuksesan Gusto Gelato di Bali hingga akhirnya memutuskan untuk membangun Tempo Gelato di Yogyakarta. Bisnis keduanya ternyata berkembang pesat dan disukai oleh masyarakat luas. Tempo Gelato yang hingga saat ini memiliki 3 gerai yang tersebar di Jogja yakni di area Taman Siswa, Prawirotaman, dan Kaliurang pun berhasil menjadi salah satu destinasi kuliner yang populer di Yogyakarta. Gelato sendiri sebenarnya tidak jauh berbeda dengan ...

Mencicipi Mie Pentil, Kuliner Khas Bantul Jogja

  Mie Pentil adalah salah satu kuliner legendaris yang berasal dari Bantul, Yogyakarta. Mie ini memiliki keunikan tersendiri dalam penyajiannya dan telah menjadi ikon kuliner khas Jogja. Mie Pentil terkenal karena tekstur mie yang kenyal dan kuah kaldunya yang gurih.  Mie Pentil pertama kali diperkenalkan oleh Haryanto, seorang warga Bantul, pada tahun 1965. Haryanto adalah orang pertama yang menciptakan resep Mie Pentil dengan menggunakan mie kuning dan bahan-bahan segar lainnya. Mie ini awalnya dijual secara sederhana di rumahnya dan mulai mendapatkan popularitas karena kelezatannya. Seiring berjalannya waktu, Mie Pentil semakin dikenal oleh masyarakat luas dan menjadi salah satu ikon kuliner Jogja yang wajib dicoba. Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan Mie Pentil meliputi mie kuning, daging sapi atau ayam cincang, daun bawang, tauge, daun kucai, bawang merah, bawang putih, minyak wijen, kecap manis, saus cabai, garam, dan merica. Mie kuning yang digunakan biasanya mem...

Jadah Tempe, Makanan Tradisional Khas Sleman Jogja

  Yogyakarta, sebuah kota yang terkenal dengan kekayaan budayanya, juga memiliki beragam makanan khas yang lezat dan menggugah selera. Salah satu makanan khas yang sangat populer di daerah Sleman, Yogyakarta, adalah Jadah Tempe. Dengan rasa yang khas dan keunikan dalam pengolahannya, Jadah Tempe telah menjadi favorit di kalangan penduduk lokal maupun wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta.  Jadah Tempe terbuat dari bahan utama yang merupakan kegemaran orang Jawa, yaitu ketan dan tempe. Ketan adalah jenis beras yang pulen dan lengket, sedangkan tempe adalah makanan tradisional Indonesia yang terbuat dari fermentasi kedelai. Kombinasi unik antara ketan dan tempe dalam Jadah Tempe menghasilkan hidangan yang lezat dan gurih. Proses pembuatan Jadah Tempe melibatkan beberapa tahapan yang membutuhkan keterampilan khusus. Pertama-tama, ketan direndam dan direbus hingga matang. Setelah matang, ketan kemudian dicampur dengan tempe yang sudah dihaluskan. Campuran ketan dan tempe ini kem...

Pathilo, Oleh-Oleh Khas Gunungkidul Yogyakarta

  Yogyakarta, sebuah kota di Indonesia yang terkenal dengan keindahan alamnya dan keberagaman budayanya. Salah satu wilayah di Yogyakarta yang menawarkan pesona alam yang memukau adalah Gunungkidul. Gunungkidul dikenal dengan pantai-pantainya yang indah, gua-gua yang menakjubkan, dan tentu saja, kuliner khasnya. Salah satu oleh-oleh yang wajib Anda cicipi ketika berkunjung ke Gunungkidul adalah Pathilo. Pathilo adalah makanan khas yang berasal dari Gunungkidul. Makanan ini terbuat dari bahan dasar singkong yang diolah dengan cara yang khas sehingga menghasilkan cita rasa yang unik dan lezat. Singkong yang digunakan dalam pembuatan Pathilo dipilih dengan hati-hati, memastikan bahwa singkong yang digunakan adalah yang terbaik, sehingga menghasilkan kualitas yang tinggi pada produk akhirnya. Proses pembuatan Pathilo dimulai dengan mengupas singkong dan memarutnya menjadi bentuk yang lebih halus. Setelah itu, parutan singkong tersebut dicampur dengan bahan-bahan lain seperti kelapa par...

Coba Bikin Es Semlo Favoritnya Raja Yogyakarta, Yuk!

  Pernah mendengar apa itu Es Semlo? Minuman khas Yogyakarta yang satu ini memang tidak seperti ronde maupun rujak yang mudah kita jumpai di pinggir jalan. Minuman yang bahan utamanya menggunakan pisang dan rempah-rempah ini merupakan minuman favorit Sultan Hamengkubuwono IX lho! Meskipun dinamai es, minuman ini tidak melulu disajikan dingin melainkan juga bisa hangat seperti wedang. Bahan rempah yang dominan dapat membuat tubuh terasa hangat dan lebih sehat. Biar gak main penasaran, yuk coba intip resep Es Semlo kesukaan raja Jogja ini! Untuk membuat es semlo yang tidak terlalu manis dan cukup untuk tiga porsi, Anda membutuhkan bahan-bahan sebagai berikut: 7 buah pisang kepok yang sudah matang 1 buah jeruk nipis yang airnya sudah diperas 2 batang kayu manis 1 lembar daun pandan 4 sendok makan gula 1 ruas jahe yang sudah dicuci bersih 500 ml air ½ keping gula merah ½ sendok teh garam Setelah bahan-bahan siap, siapkan pula sebuah panci berukuran sedang dan masukkan air kemudian gula...

Brongkos Daging Sapi Khas Yogyakarta: Perpaduan Rasa yang Menggoyang Lidah

  Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan keanekaragaman budaya dan kuliner. Setiap daerah memiliki makanan khasnya sendiri, dan salah satu yang patut dicoba adalah Brongkos Daging Sapi, hidangan istimewa dari kota Yogyakarta. Brongkos Daging Sapi adalah perpaduan sempurna antara bumbu-bumbu tradisional dengan rasa daging sapi yang lezat.  Brongkos Daging Sapi merupakan salah satu hidangan tradisional Jawa yang telah ada sejak zaman dahulu. Hidangan ini memiliki sejarah panjang dan berkembang di Yogyakarta sebagai bagian dari warisan kuliner. Brongkos sendiri merujuk pada metode memasak daging menggunakan bumbu khas, sedangkan daging sapi sebagai bahan utama memberikan cita rasa yang kaya dan gurih. Untuk membuat Brongkos Daging Sapi, diperlukan beberapa bahan utama yang harus dipersiapkan dengan teliti. Daging sapi yang dipilih sebaiknya adalah daging sapi bagian paha yang memiliki serat daging yang cukup lembut. Selain itu, beberapa bahan seperti kacang tanah, kelapa...

Tongseng Bulus: Kuliner Ekstrem di Jogja, Berani Coba?

  Yogyakarta dikenal sebagai salah satu surganya kuliner di Indonesia. Selain makanan khas seperti gudeg, bakpia, dan nasi kucing, Jogja juga menawarkan kuliner ekstrem yang menggugah selera dan menguji batas keberanian. Salah satu hidangan yang mencuri perhatian adalah tongseng bulus. Bulus sendiri merupakan hewan sejenis kura-kura namun memiliki cangkang yang lebih lunak. Olahan bulus dipilih karena memiliki beberapa khasiat untuk mengobati beberapa penyakit seperti asma dan sakit gigi, juga menguatkan tulang.  Di Yogyakarta, ada beberapa rumah makan yang menyajikan tongseng bulus. Salah satu yang paling terkenal adalah Rumah Makan Mbak Yanti yang terletak di jalan Kranggan Kios No.1. Rumah makan ini telah beroperasi selama sekitar 15 tahun, mewarisi usaha dari kakeknya yakni Pak Ali. Pembuatan tongseng bulus membutuhkan proses yang cukup rumit. Pertama, bulus yang segar harus dipilih dengan hati-hati dan dibersihkan secara menyeluruh. Setelah itu, bulus direndam dalam bumbu...

Kue Kipo: Kelezatan Tradisional dari Kotagede, Yogyakarta

  Kue Kipo adalah sejenis kue tradisional yang terbuat dari tepung ketan dengan isian unti kelapa atau enten-enten. Kue ini merupakan salah satu kuliner legendaris yang berasal dari Kotagede dan memiliki rasa yang manis dan legit. Bentuknya lonjong dan berwarna hijau yang diperoleh dari daun pandan atau daun suji. Kue Kipo telah ada sejak zaman Kerajaan Mataram Kuno dan Mataram Islam pada abad ke-16, namun sempat tenggelam eksistensinya. Pada tahun 1946, kue ini kembali dibuat oleh Mbah Mangun Irono dan diberi nama "Kipo" setelah ada pembeli yang bertanya "iki opo?" (ini apa?) dalam bahasa Jawa. Selain itu, "Kipo" sendiri berarti "tersembunyi" dalam bahasa Jawa. Meskipun secara sekilas kue Kipo mirip dengan klepon yang juga berwarna hijau dan berisi unti kelapa, keduanya tetap berbeda. Kue Kipo dimasak dengan cara dipanggang dan dilapisi dengan daun pisang. Kipo termasuk kue basah yang tidak dapat bertahan lama, dengan masa simpan tidak lebih dar...

Tempe Besengek Benguk: Menyelami Kelezatan Kulon Progo yang Autentik

  Kulon Progo, sebuah kabupaten di provinsi Yogyakarta, Indonesia, bukan hanya terkenal dengan keindahan alamnya yang menakjubkan, tetapi juga dengan kekayaan kuliner khasnya yang menggugah selera. Salah satu hidangan yang paling terkenal di Kulon Progo adalah Tempe Besengek Benguk. Tempe Besengek Benguk tidak hanya menyajikan cita rasa yang kaya dan lezat, tetapi juga memiliki sejarah dan fakta menarik yang melingkupinya. Tempe Besengek Benguk adalah hidangan khas yang berasal dari tradisi kuliner Jawa. Tempe benguk terbuat dari biji koro benguk (Mucuna pruriens) yang difermentasi hingga menjadi tempe yang berwarna keabuan. Tempe ini kemudia diolah dengan metode besengek, yaitu dimasak dalam rendaman santan beserta bumbu-bumbu seperti bawang merah, bawang putih, kemiri, maupun rempah-rempah lainnya. Tempe dimasak dengan api kecil selama 3 hingga 4 jam sehingga bumbu semakin meresap ke dalam tempe dan membuatnya menjadi semakin empuk  dan lezat.  Tempe Besengek Benguk mem...

Limun Sarsaparilla, Minuman Soda Jadul Khas Jogja

  Kota Yogyakarta (Jogja) bukan hanya terkenal dengan keindahan alamnya dan kekayaan budayanya, tetapi juga dengan kuliner khasnya yang menggugah selera. Salah satu minuman khas yang sangat populer di Jogja adalah Limun Sarsaparilla. Limun Sarsaparilla bukan hanya menawarkan kesegaran dan kenikmatan rasanya, tetapi juga memiliki sejarah dan fakta menarik yang melingkupinya.  Limun Sarsaparilla memiliki sejarah panjang yang berakar pada zaman kolonial Belanda. Sarsaparilla sendiri adalah tumbuhan yang berasal dari Amerika Tengah dan Selatan, yang digunakan oleh penduduk asli sebagai ramuan herbal untuk pengobatan berbagai penyakit. Belanda kemudian mengenalkan minuman ini ke Indonesia dan menjadikannya populer di Jogja. Limun Sarsaparilla terbuat dari beberapa bahan utama, termasuk ekstrak sarsaparilla, air, gula, dan perasan jeruk nipis. Proses pembuatannya melibatkan pencampuran semua bahan tersebut dalam proporsi yang tepat, dan kemudian disajikan dengan es batu untuk member...

Peyek Tumpuk Mbok Tumpuk, Camilan Gurih Khas Bantul

  Indonesia merupakan negara yang kaya akan keanekaragaman kuliner. Setiap daerah di Indonesia memiliki makanan khasnya sendiri yang memikat lidah dan menggugah selera. Salah satu kuliner yang menjadi kebanggaan Kabupaten Bantul, Yogyakarta, adalah Peyek Tumpuk Mbok Tumpuk. Makanan ini tidak hanya lezat, tetapi juga memiliki sejarah dan keunikan tersendiri. Peyek Tumpuk Mbok Tumpuk memiliki sejarah yang panjang dan telah menjadi warisan kuliner yang diwariskan dari generasi ke generasi. Makanan ini pertama kali diperkenalkan oleh Mbok Tumpuk, seorang ibu rumah tangga yang tinggal di Desa Seyegan, Bantul. Mbok Tumpuk dikenal sebagai sosok yang sangat lihai dalam mengolah kacang tanah menjadi peyek yang renyah dan lezat.  Kelezatan peyek buatan Mbok Tumpuk segera menyebar dan mendapatkan banyak peminat. Orang-orang dari berbagai daerah di Yogyakarta datang ke rumah Mbok Tumpuk hanya untuk mencicipi peyeknya yang lezat. Seiring berjalannya waktu, makanan ini semakin populer dan m...

Nikmatnya Gatot Singkong, Makanan Khas Gunungkidul

  Yogyakarta, kota yang dikenal dengan kekayaan budaya dan kuliner khasnya, menyajikan berbagai hidangan lezat yang menggugah selera. Salah satu kuliner khas yang populer di daerah Gunungkidul, Yogyakarta, adalah Gatot singkong. Makanan ini memiliki sejarah unik yang bermula dari inovasi penggunaan sisa bahan tiwul. Tiwul adalah makanan tradisional yang terbuat dari singkong. Proses pembuatannya melibatkan pengeringan dan penggilingan singkong menjadi tepung yang kasar. Di masa lalu, tiwul sering kali diolah sebagai makanan pokok dalam kehidupan sehari-hari masyarakat di daerah Gunungkidul. Namun, seringkali sisa bahan tiwul yang tidak terpakai dibuang begitu saja.  Untuk menghindari pemborosan, masyarakat Gunungkidul mulai berinovasi dengan menggunakan sisa bahan tiwul untuk menciptakan hidangan baru yang lezat, yaitu Gatot singkong. Dalam proses pembuatannya, sisa bahan tiwul dicampur dengan air dan bumbu-bumbu tradisional seperti garam, lalu dikukus hingga matang. Hasilnya ...

Yangko, Si Manis dan Kenyal Dari Yogyakarta

  Yogyakarta, salah satu kota istimewa di Indonesia, tidak hanya terkenal dengan keindahan alamnya, tetapi juga dengan kekayaan budayanya yang unik. Salah satu aspek budaya yang mencuri perhatian adalah makanan khas Yogyakarta. Di antara beragam kuliner khasnya, ada satu makanan yang memiliki rasa manis yang menggugah selera, yaitu Yangko. Yangko, juga dikenal dengan sebutan 'kue keranjang', adalah sejenis makanan tradisional yang terbuat dari ketan. Makanan ini memiliki tekstur kenyal yang lezat dan rasa manis yang khas. Yangko seringkali dijadikan sebagai camilan favorit bagi penduduk setempat maupun wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta. Asal usul Yangko dapat ditelusuri ke zaman Dinasti Tang di Tiongkok pada abad ke-7. Kemudian, makanan ini diperkenalkan di Indonesia melalui migrasi budaya Tionghoa. Di Yogyakarta, Yangko telah menjadi bagian integral dari warisan kuliner dan terus melestarikan tradisi tersebut hingga saat ini. Untuk membuat Yangko, bahan utama yang diguna...

Wajib Coba! Soto Sampah Jogja yang Menggugah Selera

  Wisata kuliner di Jogja tidak pernah habis untuk diperbincangkan. Banyak preview yang mengisahkan pengalaman dan menjelaskan secara rinci tentang wisata kuliner di Jogja, dan salah satu yang sedang populer adalah kuliner malam Jogja. Seperti halnya rawon, soto juga merupakan salah satu makanan khas Indonesia. Meskipun bernama sama, soto yang ada di setiap daerah tentunya memiliki citarasa yang berbeda, termasuk soto Jogja.  Di Jogja, terdapat salah satu tempat yang unik untuk menikmati soto. Tempat tersebut dikenal dengan nama Soto Sampah. Mengapa disebut demikian? Tentu saja, ada cerita menarik di balik penamaan makanan ini. Soto Sampah Jogja merupakan salah satu tempat makan soto yang sangat terkenal di kalangan pecinta kuliner. Tempat ini telah berdiri sejak lama, sejak tahun 1970 atau bahkan mungkin sejak tahun 1967. Pada awalnya, tempat ini dikenal dengan sebutan Soto Simak atau Soto Becak. Nama-nama tersebut digunakan karena mayoritas pelanggannya adalah tukang becak. ...

Mangut Lele Mbah Marto, Kelezatan yang Melegenda di Jogja

Jogja, atau Yogyakarta, adalah kota yang terkenal dengan kekayaan budaya, sejarah, dan tentu saja, kuliner yang lezat. Di antara berbagai hidangan yang terkenal di Jogja, ada satu kuliner yang telah menjadi legenda dan tidak boleh dilewatkan saat berkunjung ke kota ini. Itu adalah Mangut Lele Mbah Marto, hidangan ikan lele yang sangat terkenal dan dianggap sebagai warisan kuliner Jogja. Mangut Lele Mbah Marto memiliki sejarah panjang yang mencapai puluhan tahun. Konon, hidangan ini berasal dari seorang lelaki tua yang dihormati dengan sebutan "Mbah Marto". Mbah Marto adalah seorang pedagang ikan lele di pasar tradisional Jogja yang terkenal dengan keahliannya dalam mengolah ikan lele menjadi hidangan yang lezat.  Hidangan ini mulai dikenal dengan nama "Mangut Lele Mbah Marto", mengambil nama dari sang penjual ikan lele terkenal. Ia menggunakan resep turun-temurun yang diteruskan dari generasi ke generasi dalam keluarganya. Dalam proses pembuatannya, ikan lele segar ...

Gudeg Yu Djum, Kuliner Legendaris Jogja

  Gudeg Yu Djum adalah salah satu kuliner legendaris yang menjadi kebanggaan Yogyakarta. Hidangan ini terkenal karena cita rasanya yang khas dan pengaruh budaya Jawa yang terasa dalam setiap gigitannya. Gudeg Yu Djum telah menjadi simbol kelezatan kuliner tradisional Jogja dan menjadi tujuan wajib bagi setiap wisatawan yang ingin merasakan kelezatan autentik kota ini. Sejarah Gudeg Yu Djum dimulai pada tahun 1958 ketika pendiri, Tukijo Djumaidi, atau lebih dikenal dengan sebutan Yu Djum, pertama kali membuka warung gudeg di Jalan Wijilan, Yogyakarta. Yu Djum adalah sosok yang gigih dan berdedikasi dalam memperkenalkan gudeg kepada masyarakat Jogja dan wisatawan yang datang ke kota ini. Dalam perjalanan bisnisnya, Yu Djum mengembangkan resep gudeg yang unik dengan sentuhan khasnya, menjadikan hidangan ini terkenal dan diminati oleh banyak orang. Gudeg Yu Djum terbuat dari bahan utama nangka muda yang dimasak dengan bumbu rempah-rempah khas Jawa. Proses pembuatannya memakan waktu yan...